Jumat, 04 Maret 2016

Tips Memilih Hosting

Nenek bilang "uang tidak pernah bohong" ada benarnya juga. Kalau mau dapat lebih, bayar lebih. Tidak ada fasilitas lebih yang gratisan. Demikian juga dengan pembelian sebuah hosting. Walaupun begitu, kita juga perlu teliti dalam membeli hosting. Karena tidak sedikit orang yang kecewa dengan hosting yang telah mereka beli, tidak sesuai dengan kebutuhan dan budget yang ada. Perhitungan dan perencanaan harus dibuat untuk pembelian hosting. Berikut adalah tips-tips yang bisa anda gunakan dalam pemilihan atau pembelian hosting berdasarkan tingkat kebutuhan.

Tipe Hosting

Bagi pemula, ada baiknya menggukan shared hosting. Tetapi untuk proyek-proyek situs besar, biasanya digunakan dedicated ataupun virtual hosting untuk performa yang lebih baik. Untuk situs pribadi atau blog, anda sudah bisa membuatnya hanya dengan menggunakan tipe shared. Tipe-tipe ini harganya bervariasi dengan fitur-fitur yang bervariasi pula. Beberapa penyedia layanan hosting memberikan fitur-fitur yang berbeda dengan tipe yang sama.

Lokasi Server

Jika situs anda ditujukan untuk pengunjung dari Indonesia, maka server hosting anda seharusnya berada di wilayah Indonesia. Jika anda hendak membuat sebuah situs dalam berbahasa Inggris dengan tujuan pengunjung dari Amerika, ada baiknya anda memilih hosting yang diletakkan di Amerika. Karena posisi server hosting yang jauh akan menjadi situs anda lebih lambat.

Bandwith

Untuk situs pemula dengan target awal sekitar ratusan pengunjung dan ribuan penampilan halaman, anda bisa memilih tipe hosting dengan bandwith kecil dulu. Setelah beberapa bulan dan total pengunjung serta penampilan halaman web anda meningkat, andapun harus meningkatkan bandwith anda. Ada beberapa hosting yang menyediakan "*unlimited" bandwith, namun itupun untuk pemakaian standar. Kita tentu tidak tahu seperti apa pemakaian standar yang dimaksud. Intinya bandwith itu juga membutuhkan biaya, tidak ada bandwith yang gratis.

Jenis Server

Tentukan bahasa pemrograman yang anda buat, apakah PHP, ASP, Python, Java, Ruby, node.js ataupun CGI yang lain, dan pastikan server yang akan anda beli tersebut bisa menjalankan bahasa pemrograman yang sudah anda buat tersebut. Kebanyakan penyedia hosting sekarang ini menyediakan hosting dengan server Apache dan pemrograman PHP, dan tentunya anda pasti akan kesulitan untuk mengeksekusi bahasa pemrograman seperti Python, Ruby dsb.

Space (Penyimpanan Data)

Besar atau kecilnya penyimpanan data tergantung pada situs yang akan dibuat. Untuk blog pribadi menggunakan WordPress, anda bisa menggunakan space storage atau tempat penyimpanan data sebesar 50MB. Cukup? Lalu bagaimana jika mengunggah video, gambar, audio dsb? Kita bisa mengakalinya dengan fasilitas penyimpanan gratis seperti Youtube, Google Drive, 4shared, Dropbox, dll.

Jenis Database

Ini hanya diperlukan jika situs anda menggunakan database untuk penyimpanan tabel data. Jika untuk halaman statis saja, ini tidak diperlukan. Jenis database yang paling banyak digunakan sekerang ini adalah MySQL. Anda juga bisa memastikan apakah hosting yang hendak anda beli mendukung jenis database yang digunakan seperti Redis, Couchdb
Mongodb dll.

Itulah hal-hal yang perlu anda perhatikan dalam pemilihan atau pembelian sebuah layanan hosting. Pastikan layanan yang akan anda beli sesuai denga kebutuhan dan dana yang anda miliki. Jangan pernah membeli layanan yang besar di awal, karena itu akan membutuhkan dana yang besar. Tidak ada orang yang membangun perusahaan dengan fasilitas super lengkap, sementara konsumer mereka belum ada. Semuanya berjalan dengan berkembangnya bisnis. Bisnis berkembang, pemasukan dana andapun juga bertambah. Jika situs anda mulai banyak pengunjungnya, andapun perlu perencanaan untuk meningkatkan hosting yang sudah anda miliki sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar